SEJARAH DESA KEDUNGASRI

  17 Maret 2017  |  DESA KEDUNGASRI

Pada jaman dahulu sekitar tahun 1915 di wilayah Kabupaten Banyuwangi bagian selatan,tepatnyadi sebelah barat dataran tinggi Gunung Linggamanis di wilayah Taman Nasional Alas Purwo terdapat sebuah bentangan dataran rendah yang banyak digenangi air yang diberi nama Desa Kedungwungu.

Desa Kedungwungu memiliki wilayah beberapa Pedukuhan, salah satunya adalah Pedukuhan yang bernama Dusun Kedungasri. Konon Kabarnya Padukuhan tersebut diberi nama “ Kedungasri “ karena dahulu daerah tersebut banyak ditumbuhi tanaman mending yaitu jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan tikar , daerah tersebut kondisinya sangat teduh serta suasananya sejuk ( Asri : jawa ) sehingga nyaman untuk tempat beristirahat . Yang kemudian oleh penduduk setempat dinamakan “Kedungasri“ yang berasal dari kata “kedung“ yang dalam bahasa jawa  berarti genangan air yang dalam dan luas, sedang “Asri“  berarti teduh, indah ,sejuk dan nyaman.

Dalam perkembangan selanjutnya Dusun Kedungasri berkembang menjadi sebuah desa yang mandiri dan lepas dari Desa Kedungwungu. Pemecahan Desa Kedungwungu menjadi dua desa yaitu Desa Kedungwungu sebagai desa Induk  dan Desa Kedungasri sebagai Desa pecahannya terjadi pada tahun 1969, tepatnya pada saat itu Kepala Desa Kedungwungu masih dijabat oleh Pak Mukandar.

Pada awal berdirinya Desa Kedungasri, yang ditunjuk sebagai Pejabat Sementara ( PJS ) Kepala Desa Kedungasri sampai dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh warga Desa Kedungasri adalah Babinsa Desa Kedungwungu yang bernama Pak Bores.

 

Kemudian pada tahun 1971, untuk pertama kalinya dilaksanakan pemilihan Kepalan Desa ( Pilkades) di Desa Kedungasri. Sebagai calon tunggal adalah Pak Bores, hingga kemudian terpilih dan secara resmi dilantik menjadi Kepala Desa Kedungasri yang pertama

Adapun wilayah Kedungasri pada saat itu meliputi tiga pedukuhan atau dusun, sebagai berikut:

  1. Dusun Persen
  2. Dusun Dambuntung
  3. Dusun Pondokasem

Sedangkan asal usul nama masing-masing dusun yang menjadi wilayah Desa Kedungasri adalah sebagai berikut ;

        Dusun Persen bersal dari tukar guling dengan pemerintah Desa Glagah Agung pada jaman Belanda. Kesepakatanya adalah apabila masyarakat mau pindah ke daerah baru yang telah di siapkan oleh Pemerintah Desa Glagah Agung akan di beri ganti rugi tanah dengan perbandingan 1:2 yaitu 1Ha lahan pertanian lama diganti lebih kurang 2Ha lahan pertanian baru ditambah 900m2 lahan perkarangan. Tambahan lahan dan pekarangan inilah dimakan Pres atau dalam istilah bahasa Jawa ‘Presen’  (Hadiah). Dari istilah kemudian masyarakat menamakan daerah tersebut dengan nama daerah ‘Presen’ hingga kemudian berubah menjadi nama Dusun Persen.

        Selanjutnya nama Dusun Pondokasem konon berasal; kala itu banyak orang yang membuka peladangan di daerah yang pada saat ini dinamakan Dusun Pondokasem. Pra penggarap ladang tersebut tidak mau pulang jika belum sore hari. Sebagai tempat berteduh mereka membuat gubuk atau ‘PONDOKAN’, secara kebetulan disekitar ‘pondok’  terdapat pohon asem yang rindang. Setelah seharian bekerja, para penggarap ladang berteduh di dalam ’pondok’ atau gubuk yang dibuat dibawah pohon asem tersebut guna melepaskan lelah. Lambat laun para penggarap terbiasa menyebut daerah tersebut dengan nama ’Pondokasem’  hingga selanjutnya berkembang menjadi nama Dusun Pondokasem.

Sedangkan asal usul Dusun Dambuntung  adalah bermula ketika pemerintah Belanda membuat saluran sekunder (Dam) pada sekitar tahun 1925. Pembangunan Dam tersebut kemudian terhenti karena ada serangan dari serdadu Jepang. Oleh karena pambangunan Dam tersebut terhenti sebelum selesai, maka masyarakat sekitarnya menamakan ‘Dambuntung’, berasal dari kata ‘Dam’ dan ‘buntung’ (bahasa jawa) yang berarti putus atau berhenti, dan hingga sekarang kemudian daerah tersebut dinamakan Dusun Dambuntung.

Dengan luas wilayah 1.355 Ha atau 10,96 Km2 (sumber data: kecamatan Dalam angka kabupaten Banyuwangi tahun 2003), saat ini Desa Kedungasri telah di huni oleh 8.751 jiwa, penduduk terdiri dari 4.353 jiwa penduduk laki – laki dan 4398 jiwa penduduk perempuan yang tersebar di tiga dusun, 6 RW dan 32 RT.

Demikian asal-usul desa Kedungasri yang bisa di gali dari para sesepuh desa dan tokoh masyarakat di desa kedungasri, semoga bisa menjadi pengetahuan dan pengalaman khususnya bagi genersi muda Desa Kedungasri dan masyarakat Banyuwangi pada umumnya.

Contact Details

  Alamat :   Jalan Plengkung Indah No. 159
  Email : kantordesakedungasri@gmail.com
  Telp. :
  Instagram :
  Facebook :
  Twitter :


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi